Berita

Kota Lubuklinggau bulan April 2019 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

2019-05-09 04:12:44 Admin Web Portal

Perkembangan

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Perkotaan

Kota  Lubuklinggau April 2019

Kota  Lubuklinggau bulan  April  2019  mengalami  inflasi sebesar  0,36   persen, Laju inflasi Tahun Kalender pada April sebesar 0,33 persen dengan Inflas“year  o year” (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 1,29  persen. Komoditas yang menyumbang andil inflasi  terbesar di Kota Lubuklinggau  antara lain: bawang  merah,  bawang putih, dan daging ayam ras.

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran

Berdasarkan hasil pemantauan BPS  Kota Lubuklinggau melalui survei harga konsumen, pada  April 2019  terjadi  inflasi   sebesar   0,36  persen,  atau  terjad kenaikan  Indeks  Harga Konsumen (IHK)  menjadi  132,24 pada April 2019 dari sebelumnya 131,76 pada Maret  2019. Tingkat inflasi tahun kalender (April 2019 terhadap Desember 2018)  sebesar 0,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 1,29 persen.



Tabel 1.    Laju Inflasi di Kota Lubuklinggau  Bulan April 2019, Inflasi Kumulatif 2019 dan

Inflasi Tahun ke Tahun (April 2018 ke April 2019) Menurut Kelompok Pengeluaran  ( 2012=100)





Inflasi Kota  Lubuklinggau bulan April 2019 berdasarkan kelompok pengeluaran  dijelaskan

sebagai berikut;

 

1) Kelompok Bahan Makanan, inflasi sebesar 1,33 persen memberikan andil terhadap inflasi umum sebesar  0,38  persen. Komoditayang  memberikan andil  inflasi  terbesar adalah bawang merah mengalami kenaikan harga sebesar 27,626 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,153 persen, daging ayam ras naik harganya sebesar 7,558 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,112 persen, dan bawang putih mengalami  kenaikan harga sebesar 26,921 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,094 persen. Subkelompok yang mengalami inflasi paling tinggi adalah bumbu-bumbuan dengan kenaikan sebesar 7,95 persen dengan andil paling sebesar 0,28 persen. Komoditas yang menghambat laju inflasi pada kelompok ini adalah besar mengalami penurunan harganya sebesar 1,783 persen memberi andil inflasi sebesar -0,112 persen. 


2)  Kelompok  Makanan  Jadi, Minuman,  Rokok  & Tembakau, inflasi sebesar  0,33 persen memberikan andil inflasi umum sebesar 0,06 persen.

Komoditas  yang memberikan andil  inflasi  terbesar  adalah rokok kretek harganya naik sebesar 0,550 persen, memberikan  andil inflasi sebesar 0,012 persen, rokok kretek filter naik harganya sebesar  0,20memberikan  andil  inflasi  sebesar  0,009 persen, dan kue basah naik harganya sebesar 1,754 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,007 persen.

3)  Kelompok  Perumahan,  Air,  Listrik,  Gas & Bahan  Bakar,  deflasi sebesar 0,39 persen, memberikan andil inflasi umum sebesar -0,09 persen.

Komoditas yang menyebabkan deflasi pada kelompok ini adalah tarip listrik turun sebesar

2,001 persen memberikan andil inflasi umum sebesar -0,087 persen

4)  Kelompok Sandang, inflasi sebesar 0,24 persen memberikan andil inflasi umum sebesar

0,01 persen.

Komoditas  yang memberikan  andil inflasi  terbesar  pada kelompok ini, yaitu sandal anak mengalami kenaikan harga sebesar 2,506 persen memberikan andil inflasi sebesar 0.004 persen, seragam sekolah anak naik harganya sebesa1,149 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,003 persen.

5)  Kelompok   Kesehatan,  deflasi  sebesa 0,07  perse memberikan andil  inflasi   umum sebesar -0,0037 persen.

6)  Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, deflasi sebesar 0,01 persen memberikan andil inflasi umum sebesar -0,0001 persen.

7Kelompok  Transportasi, Komunikasi &  Jasa Keuangan,  inflasi sebesar  0,02 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,0018 persen.

Komoditas  yang menyebabkan inflasi  pada kelompok ini adalah kenaikan harga mobil sebesar  0,058  persen  dengan andil  0,0013  persen  dan  sepeda  motor  naik harganya sebesar 0,105 persen dengan andil inflasi sebesar 0,0005 persen.

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok  Komponen

 

Berdasarkan   kelompok komponen, Inflasi   Kota  Lubuklinggau pada  April  2019  dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

1 Komponen inti (core) pada April 2019 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, memberikan andil inflasi umum sebesar 0,06 persen. Komoditas penyumbang tertinggi: kue basah dimana harganya naik 1,754 persen;

2.   Komponen  yang  harganya  diatur  pemerintah  (administered  prices) mengalami deflasi sebesar  0,34  persen  memberikan andil  inflasi  umum sebesar  -0,07  persen.  Komoditas penyebab deflasi pada komponen  ini adalah tarif listrik turun sebesar 2,001 persen;

3.   Komponen  bergejolak  (volatile)  mengalami  inflasi 1,39 persen  memberikan  andil inflasi umum sebesa 0,37 persen. Komoditas memberikan  andil inflasi  terbesar  adalah bawang merah naik harganya sebesar 27,626 persen, daging ayam ras harganya naik sebesar 7,558 persen, dan bawang  putih naik harganya 26,921 persen.


Komoditi Penyumbang  Signifikan Andil Inflasi/Deflasi

 

Pada  Tabel 3 dapat  dijelaskan  bahwa komoditas yang menyumbang  andil  inflasi  secara signifikan  di Kota Lubuklinggau  (kolom  5)  adalah bawang merah, daging ayam ras,  dan bawang putih, dimana andil inflasi dari ketiga komoditas tersebut mencapai 0,35 persen. Peningkatan indeks harga pada komoditas tersebut disebabkan kenaikan permintaan karena faktor psikologis memasuki bulan puasa.

Sedangkan komoditas yang memberikan  andil deflasi  di Kota Lubuklinggau (kolom 9) yaitu beras, tarif listrik,  dan mie kering instan. Komoditas  beras mengalami  penurunan harga sebesar

1,78 persen dengan andil sebesar -0,11 persen. Turunnya harga beras disebabkan seiring dengan masih berlangsungnya musim panen, kondisi yang sama seperti pada bulan Maret.


*Pemantauan  terhadap  252 komoditas  (Paket  Komoditas  Hasil SBH2012)  di  Kota  Lubuklinggau pada bulan April  2019  tercatat  60 komoditas  mengalami kenaikan harga, sedangkan 25 komoditas  mengalami penurunan harga


Sumber : BPS KOTA LUBUKLINGGAU





Berita terkait:


Pelatihan Kewirausahaan Diharapkan Tingkatkan Pengetahuan Pelaku UMKM

Perkembangan Inflasi/Deflasi Juli 2017

IKM Diharapkan Mampu Bersaing Melalui Media Online

Tingkat Inflasi Kota Lubuklinggau 0,06 Persen

Operasi Beras Tekan Harga Pasar

Komoditas Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Tertinggi di Lubuklinggau

Lubuklinggau Sudah Ada Rumah Batik dan songket

Inflasi Kota Lubuklinggau Februari 2018 Sebesar 0,88 persen

Riki Junaidi Belanja Perdana di 212 Mart Lubuklinggau

Ketua PKK Kunjungi Pelaku Usaha UP2K


Kategori Berita


Government Public Relation



Pengunjung


  • Hari Ini 297
  • Kemarin 1403
  • Minggu ini 20419
  • Bulan Ini 33128
  • Total 1153270

Polling


Berapa kali anda mengunjungi webiste ini?