Berita

Kesepakatan Bersama Bentuk Jalinan Koordinasi Lebih Baik

2018-01-30 12:17:12 Admin Web Portal



Pemerintah Kota Lubuklinggau melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel. hal itu merupakan kesepakatan dasar dan harus diimplementasikan. Selasa (30/01/2019).


MOU tersebut diantaranya meliputi dengan Kepolisian, TNI, PLN dan PDAM. Dan hal itu merupakan suatu perwujudan dari sistem pembinaan pemasyakarakatan yang oleh pihaknya dilakukan melalui LP Kelas 2 A Lubuklinggau.


Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar menerangkan kesepakatan bersama imi adalah wujud salah satu kehadiran negara, pemerintah memberikan pelayanan kepada msyarakat. Termasuk kepada warga binaan yang ada dikota Lubuklinggau.


"Mudah-mudahan dengan kerjasama ini akan mempererat silaturtahmi dan menjalin koordinasi yang baik," jelasnya.


Sementata itu, Kepala Kemenkumham Wilayah Sumsel, Sudirman Dehuri menjelaskan apa yang terkandung didalam MOU itu sendiri, tidak hanya secarik kertas yang ditandatagani, tapi ini harus dilaksanakan.


"Jadi kalau sistemnya ini sudah terbangun, dijami oleh undang-undang, ketentuan yang berlaku, bagaimana kita akan memberlakukan atau meperlakukan insan sumber daya manusia dengan baik dan manusiawi," ujarnya.


Sudirman mencontohkan, semisal dalam satu blok dalam lapas isinya 40 yang harusnya 20, air tidak jalan, penerangan kurang, maka hal itu diperlukan oleh pihaknya seperti berkoordinasi dengan PDAM dan PLN. Sehingga diharapkan agar pihak peduli atas hal tersebut. Karena mereka ada didalam lembaga pemasayarakatan harus diberlakukan dengan baik.


Sedangkan Kepala Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakan penandatangan kesepakatan bersama untuk mempererat silaturahmi. Dan hal-hal yang sudah dilakukan bersama dengan SOP seperti dalam hal pengamanan sudah terlaksana. Apalagi saat ini diperkuat dengan penandatanganan MOU.


'Jumlah napi hari ini 966 terdiri 300 tahanan, napi 666 orang. Diantarana 12 wanita," jelasnya.


Pihak Lapas melakukan pembinaan kepada seluruh warga binaan dalam nuansa Islami. "Jadi kita sudah membentuk pesantren, jadi tidak lagi dikenal orang diluar menganggap LP mengerikan. Kalau berkunjung kelapas lubuklinggau, disini kita wujudakn sebagai salah satu pesantren," timpalnya.


Selain itu, pihak Lapas telah bekerjasama dengan PLN. "Kami mohoin dengan manajer PLN, kita punya annggaran tiidak cukup. Sehingga kita masih terhutang dua bulan. Jadi mohon maaf. Sekali lagi kami mohon keikhlasannya," kata Imam.(admin)








Berita terkait:


Pemkot Lubuklinggau Raih WTP Lima Tahun Berturut-turut

26 Ribu Lebih Uploader logo "Ayo Ngelong ke Lubuklinggau", Pecahkan Rekor MURI

PERINGATAN HARI PAHLAWAN KE - 71 TAHUN 2016

HT Kunjungi Kota Lubuklinggau

Upacara Memperingati HUT RI ke 72

HUT RI, Menpora Kenakan Pakaian Adat Lubuklinggau

Acara Malam Resepsi Kenegaraan meriah, Walikota berikan bingkisan kepada Veteran Kota Lubuklinggau

Sekda Tutup Diklat PIM tingkt IV angkatan VI dan VII

Walikota Jalan Santai Bersama Ratusan Warga Mesat Jaya

Peringatan Gempa BMKG


Kategori Berita


Government Public Relation



Pengunjung


  • Hari Ini 1154
  • Kemarin 1698
  • Minggu ini 22168
  • Bulan Ini 41661
  • Total 1206561

Polling


Berapa kali anda mengunjungi webiste ini?