­

Berita

Penanganan Kawasan Kumuh Tidak Harus Dengan Penggusuran

2017-09-12 13:06:48 Admin Web Portal


PEMERINTAH Kota Lubuklinggau menggelar rapat coaching klinik bersama instansi terkait serta tim dari Kotaku guna penanganan kawasan kumuh. Sebab, hal tersebut merupakan kegiatan prioritas pembangunan nasional dalam mendukung gagasan 100 perseb layak sanitasi dan menurunkan kawasan kumuh.

Rapat yang dihadiri oleh sejumlah kepala OPD atau perwakilannya, Forum CSR dan perwakilan lainnya dipimpin langsung oleh Asisten II bidang Perekonomian Pembangunan dan Kehumasan, Rusli.



Tri Wahyudi, selaku koordinator Kotaku menjelaskan bahwa dalam rapat ini pihaknya membantu pemerintah kota dalam menyusun perencanaan karena target kawasan kumuh ini adalah prioritas nasional.

"Harus didukung semua pihak. Jadi rapat ini menyepakati kawasan-kawasan yang menjadi target penyelesaian kawasan kumuh," katanya.



Selaku konsultan, Tri Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya melakukan bagaimana perencanaan ini menjadi perencanaan kawasan sehingga memudahkan dalam menanganinya dan fokus. Karena kalau terpecah-pecah menjadi sulit menanganinya.

"Misalnya dibentuk dalam satu kawasan, jadi lebih mudah menuntaskannya," ungkap Tri.

Selain itu, Tri wahyudi menyebutkan bahwa penanganan kawasan kumuh ini tidak serta merta dilakukan penggusuran. Namun, bagaimana startegi terbaik untuk menjadikan kawasan yang lebih layak huni oleh masyarakat. Karena ada seluas 111,82 hektar kawasan kumuh di Kota Lubuklinggau secara menyeluruh.

"Jumlah itu terdapat di 11 kelurahan dan dibagi lagi 6 kawasan, kemudian menjadi 3 kawasan prioritas," terangnya.



Sementara, asisten II Setda Kota Lubuklinggau Rusli mengungkapkan dari hasil coaching klinik III memorandum Program Kota Lubuklinggau disimpulkan kalau kedepan akan dibahas kembali melalui Korkot, Disperkim dan Bappeda mengenai Pokja dengan acuan seperti yang dilaksanakan di Provinsi. 

"Kemudian seperti saran pada saat rapat, libatkan semua pihak termasuk ketua RT, Lurah dan Camat dan forum CSR. Kemudian akan kita bahas lebih lanjut mengenai SK dan honor. Serta terakhir menyepakati tiga kawasan yang dipaparkan tadi. emua pihak harus terlibat, agar apa yang ditargetkan tadi bisa terwujud," ungkapnya.(admin)