Berita

//

Wako dan Jajaran Hadiri Tabligh Akbar Bersama Syaikh Fathallah Muhammad Fathallah

2022-11-03 09:40:19 Admin Web Portal


LUBUKLINGGAU-Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan jajaran Pemkot Lubuklinggau menghadiri acara tabligh akbar sekaligus sholat zuhur bersama Syaikh Dr Fathallah Muhammad Fathallah (Ketua Masayikh Delegasi Universitas Al-Azhar Mesir) di Masjid Agung As-Salam Kota Lubuklinggau, Kamis (3/11/2022).

Dalam sambutannya, Wako mengatakan banyak sekali keberkahan yang didapat pada hari ini sehingga dapat menyelenggarakan kegiatan seperti ini.

Wako juga menyampaikan selamat datang kepada Syaikh Dr Fathallah Muhammad Fathallah, walaupun Syaikh sendiri tidak bisa berbahasa Indonesia hanya mengetahui bahasa arab. Jadi dalam tausyiahnya ada penerjemah. “Mudah-mudahan kegiatan ini semakin menambah wawasan keislaman dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” imbuhnya. 

Dalam tausyiah Syaikh Dr Fathallah Muhammad Fathallah menjabarkan tentang mukjizat Nabi Muhamad SAW. Hal ini mengisyaratkan moderasi dalam beragama. Awalnya, Rasulullah berkhutbah dengan bersandar pada sebatang pohon kurma. Namun dalam perkembangannya, oleh tukang kayu dibuatlah mimbar. Sejak saat itu, Rasulullah selalu berkhotbah diatas mimbar tidak lagi bersandar pada pohon kurma. Namun keajaiban terjadi. Pohon kurma itu menangis.

Menurut Syaikh, kenapa pohon kurma itu menangis, karena Rasulullah SAW tidak lagi menggunakannya untuk berkhotbah. Lalu, Rasulullah mendekati pohon itu, kemudian memegang dan memeluknya. Seketika pohon kurma itu tidak lagi menangis dan terdiam. 

Jika tidak dipegang dan dipeluk, pohon kurma tersebut akan terus menangis sampai hari kiamat. Rasulullah memotong dan mengubur pelepah pohon kurma dibawah mimbarnya. Walaupun Rasulullah berkhotbah di atas mimbar namun dekat dengan pelepah pohon kurma tadi sehingga kedua-duanya mendapat berkah dari Rasulullah.

Intinya lanjut Syaikh, Rasulullah tidak berpihak kepada kedua-duanya tetapi mengayomi kedua-duanya. Itulah yang dimaksud dengan moderasi dalam agama.          

Syaikh juga membacakan salah satu hadist yang artinya jika ingin doa kita mustajab, maka perbaiki makananmu, harta mu, pakaian (semuanya harus halal). Jika belum dikabulkan, itu adalah untuk kebaikan kita sendiri. (*/Acm).





Berita terkait:


232 JCH Lubuklinggau Siap Diberangkatkan

232 JCH Lubuklinggau Berangkat ke Tanah Suci

Pj Wako Fasilitasi Aksi Damai 317

Asisten I Sambut Jamaah Haji

135 Peserta Ikut MTQ Anak-Anak Kota Lubuklinggau

PD BKMT Lubuklinggau Dilantik

Pelantikan PC BKMT Diisi Tausiah Ustadz Wijayanto

Warga dan Pemerintah Kota Lubuklinggau Sambut Atusias UAS

HAB ke-73, Pemkot Hibahkan 10 Motor Untuk KUA

Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) ke-4 Tingkat Kota Lubuklinggau di Masjid Agung As-Salam Berlangsung Meriah.


Kategori Berita


Government Public Relation



Pengunjung


  • Hari Ini 589
  • Kemarin 1548
  • Minggu ini 19525
  • Bulan Ini 33432
  • Total 871295

Polling


Berapa kali anda mengunjungi webiste ini?