Berita

Inflasi Kota Lubuklinggau Februari 2018 Sebesar 0,88 persen

2018-02-13 08:17:51 Admin Web Portal


BERDASARKAN pemantauan harga selama bulan Januari 2018 pada 82 Kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Indonesia, menunjukkan bahwa 79 Kota IHK mengalami inflasi, sedangkan 3 Kota IHK mengalami deflasi. Inflasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang sedangkan deflasi adalah kebalikannya. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung (1,42 persen), terendah di Kota Tangerang sebesar (0,04 persen). Kota Lubuk Linggau pada bulan Januari 2018 mengalami inflasi sebesar (0,88 persen), Inflasi tahun kalender (kumulatif) sampai dengan Januari 2018 adalah sebesar (0,88 persen), Inflasi “year on year” (Januari 2018 terhadap  Januari 2017) adalah  3,97 persen.

Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe menjelaskan inflasi di kota Lubuklinggau bulan Januari 2018 terjadi karena pada 2 (dua) kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga, yaitu kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks harga sebesar (3,20 persen) dan kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar (0,13 persen). Sedangkan 3 (tiga) kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga, yaitu makanan jadi sebesar (-0,10 persen); kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar (-0,08 persen); dan kelompok sandang sebesar (-0,01 persen). Sementara kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga.

“Komoditas yang yang menyebabkan inflasi di kota Lubuk Linggau pada bulan antara lain, beras, cabe merah, daging ayam ras, cabe rawit, dan kentang. Secara umum, kenaikan harga didominasi oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan yang mencapai 3,20 persen. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditi cabai merah sebesar 14,29 persen. Akan tetapi andil inflasi tertinggi dari komoditi beras yang mengalami kenaikan sekitar 6,18 persen. Kenaikan yang terjadi pada komoditi bahan makanan kali ini disebabkan adanya gejolak harga pangan akibat penurunan stok pangan.” Jelas Nanan, sapaan akrab Walikota Lubuklinggau.

Nanan menambahkan bahwa tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga, seperti bawang merah yang turun hingga 6,46 persen, gula pasir turun 2,57 persen, bahan bakar rumah tangga turun 0,93 persen dan beberapa komoditi sayuran seperti kacang panjang yang turun hingga 11,76 persen, wortel 4,79 persen, serta daun katuk 3,23 persen.

Kota Lubuk Linggau komponen inti (core) pada Januari 2018 mengalami deflasi sebesar (-0,03 persen), komponen yang harganya diatur pemerintah (administered prices) mengalami deflasi (-0,01 persen); dan komponen bergejolak (Volatile) mengalami inflasi (3,36  persen).


 â€œPada bulan Januari 2018 kelompok komponen yang memberikan sumbangan terhadap Inflasi/Deflasi kota Lubuk Linggau adalah Komponen bergejolak, inflasi (0,8967 persen) dengan komoditas penyumbang tertinggi: beras, cabe merah , daging ayam ras, dan cabe rawit. Sedangkan komponen inti, deflasi (-0,0185 persen) dengan komoditas penyumbang tertinggi: gula pasir, daun katuk dan semen, Komponen diatur pemerintah deflasi (-0,0021 persen) dengan komoditas penyumbang tertinggi: bahan bakar rumah tangga,” paparnya.(Admin)





Berita terkait:


Pelatihan Kewirausahaan Diharapkan Tingkatkan Pengetahuan Pelaku UMKM

Perkembangan Inflasi/Deflasi Juli 2017

IKM Diharapkan Mampu Bersaing Melalui Media Online

Tingkat Inflasi Kota Lubuklinggau 0,06 Persen

Operasi Beras Tekan Harga Pasar

Komoditas Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Tertinggi di Lubuklinggau

Lubuklinggau Sudah Ada Rumah Batik dan songket


Kategori Berita


Government Public Relation



Pengunjung


  • Hari Ini 196
  • Kemarin 418
  • Minggu ini 1009
  • Bulan Ini 5075
  • Total 8368

Polling


Berapa kali anda mengunjungi webiste ini?